Rabu, 04 Mei 2016

PEMBENIHAN LELE DI KOLAM TERPAL

IKAN lele (Clarias.sp) termasuk salah satu ikan yang budidayanya cukup mudah dan pertumbuhannya sangat cepat. Sehingga banyak banyak pelaku bisnis perikanan yang memilih ikan lele sebagai komoditas budidayanya. Lele termasuk ikan yang mudah untuk beradaptasi sehingga ikan ini bisa dipelihara di berbagai media pemeliharan, salah satunya di kolam terpal.
Kolam terpal adalah kolam yang dasar maupun sisi dindingnya di buat dari terpal. Dari mulai proses pemijahan sampai pembesaran ikan lele bisa dilakukan pada kolam terpal. Untuk melakukan pemijahan ikan lele dikolam terpal ada beberapa hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut.

A. Kolam
Kolam yang harus disiapkan yaitu kolam pemijahan dan kolam penetasan telur.
Untuk kolam pemijahan bisa bisa menggunakan kolam terpal dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi kolam 50 centimeter yang di isi air dengan ketinggian 20-25 cm. Untuk kolam penetasan bisa menggunakan kolam bekas pemijahan atau kolam lain yang di lengkapi dengan pelindung dari hujan dan sinar matahari yang bisa di buka tutup sesua. kebutuhan.

*Pembuatan Kolam Terpal*

1.Lahan.
Usahakan lahan yang sedikit rindang, tapi jangan langsung di bawah pohon.

2.Terpal.
Berukuran ukuran 4x5, yang saya pakai adalah terpal jenis A3, lebih tebal. Tapi ada juga beberapa kolam sejenis dengan terpal yang lebih tipis. Jadi, saya pikir itu pun bisa dipakai untuk menghemat biaya.

3.Bambu.
Diperlukan bambu yang dibelah besar, dengan ukuran 2,2 meter sebanyak kurang lebih 10 belahan, dan ukuran 3,2 meter sebanyak kurang lebih 10 belahan.

4.Tiang patok.
Diperlukan kayu yang nantinya bakal tumbuh agar bisa bertahan lama, seperti tanaman Hanjuang atau apa saja yang kuat. Jangan menggunakan bambu karena masa pakainya terbatas.

5.Paku.
Digunakan untuk memaku belahan bambu ke patoknya.

6.Kawat.
Digunakan untuk mengikat terpal ke patok/ bambu.

*Cara pembuatan*

Setelah semua bahan tersedia, terlebih dulu ratakan tanah yang akan di pakai untuk mendirikan kolam terpal, jangan sampai ada benda tajam di atasnya. Lalu dirikanlah patok di empat sudut berbeda dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter.
Kemudian pasang belahan bambu 2,2 m untuk lebarnya dengan menggunakan paku, dan belahan bambu 3,2 m untuk panjangnya, pasang agak merapat agar rangka kolam kuat, setelah semua terpasang, maka terpal dapat dipasang membentuk segi empat di dalam rangka tersebut.
Ujung terpal diikat kuat-kuat dengan kawat ke patok. Karena nantinya terpal akan diisi air, maka pastikan rangka kolam terpasang dengan kuat.

1.Kakaban.
Kakaban dapat terbuat dari ijuk. Kakaban berfungsi untuk menempelnya telur lele.

2.Seleksi Induk.
Seleksi induk dapat dilakukan dengan cara yang sama pada budidaya pembenihan di kolam tanah atau bak.

3.Proses Pemijahan.
a. Masukan induk lele jantan dan betina yang sudah terpilih ke kolam pemijahan. Biasanya induk lele yang siap mijah akan saling berdekatan,usahakan kondisi disekitar kolam pemijahan tenang agar lele tidak stress.

b. Masukan kakaban ke dalam kolam pemijahan, atur kakaban sedemikian rupa sehingga kakaban tetap berada di dasar kolam selama proses pemijahan.

c. Tutup kolam pemijahan, tujuannya untuk mencegah lele loncat dari kolam pemijahan.

d. Pemijahan biasanya akan berlangsung malam hari sekitar pukul 10 malam dan akan berakhir menjelang pagi.

e. Keesokan harinya telur akan terlihat menempel pada kakaban, telur yang terbuahi akan terlihat putih kekuning kuningan (cerah).

e. Kakaban di angkat untuk memudahkan mengambil induk yang sudah dipijahkan. Jika penetasan telur dilakukan di kolam bekas pemijahan kakaban di susun kembali usahakan semua telur terendam oleh air. Jika menggunakan kolam lain untuk menetaskan maka kakaban dimasukan ke kolam penetasan.

f. Dalam rentang waktu 20-24 jam telur lele akan menetas menjadi larva, akan tetapi larva lele masih lemah biasa masih berada pada kakaban. Keesokan harinya setelah lele menetas baru larva lele meninggalkan kakaban, biasanya larva lele akan berkumpul di pojok dasar kolam, segera kakaban diangkat karena apabila kakaban tidak segera diangkat telur yang tidak menetas akan membusuk dan mencemari kolam.

g. Larva lele mulai diberi makanan setelah 3 hari menetas. Pakan yang di berikan yaitu cacing sutra segar. Pemberian cacing sutra dilakukan selama 20 hari, berikan cacing sutra sedikit-sedikit usakan cacing sutra selalu tersedia di kolam agar diperoleh pertumbuhan lele yang baik.

h. Setelah berumur 20 hari lele berukuran 3-4 cm lakukan penyortiran. Kemudian lele dipelihara di kolam pendederan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar